DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

CAR FREEDAY DAGO BANDUNG

on June 20, 2010

Tadi pagi saya terjebak macet satu jam akibat penutupan jalan dago. Disepanjang perjalanan yang macet itu banyak sekali orang yang menghujat acara Car Free Day tersebut bahkan ada juga yang mendoakan jelek-jelek ke pemerintah akibat kemacetan parah yang dialami pagi itu. Mungkin sebagian masyarakat kota bandung mendukung dan mengapresiasi acara Car Free Day ini, tapi mungkin juga orang yang menghujat dan mengutuk acara ini juga lebih banyak gara-gara efek “chaos” disekitar jalan dago. Manakah yang lebih banyak, yang mendukung atau yang mengutuk? Allahualam….

Tentang Car Free Day Bandung

Car Free Day(CFD) sudah diterapkan di berbagai kota di Indonesia. Mungkin hal ini efek dari suksesnya program Car Free Day yang pernah dilakukan di Jakarta sehingga kota2 lain agak “latah” meniru budaya ini. Tengoklah ke tempat2 lain yang ikut mengapresiasi acara ini seperti Medan, Kudus, dan kota-kota lain yang tak luput juga kota Bandung yang ikut2an latah.

Pada awalnya CFD ini mempunyai tujuan yang cukup mulia, yaitu mengingatkan pada masyarakat bandung tentang pentingnya kesadaran akan lingkungan serta mengurangi polusi udara. Banyak orang yang merasakan manfaat dari CFD ini mulai dari dapet lahan maen bola gratis,maen bulu tangkis gratis, maen voli gratis, jogging, hingga tidur2an di tengah jalan gedhe seperti jalan Juanda(-,-). Cita-cita CFD tersebut berhasil direalisasikan dan jumlah polusi udara di Dago berkurang.

Tapi hal diatas adalah HAL YANG SANGAT IDEAL. Pada kenyataannya CFD menambah berbagai masalah baru. Pengalihan jalur kendaraan yang melintas dago membuat kemacetan parah yang otomatis memindahkan titik polusi dari Dago ke sekitar Dago sekaligus menambah polusi akibat macetnya dijalanan. Sekarang kita lihat sekeliling dari zona CFD.
Dari daerah Simpang Dago, di jalan “offroad” sumur bandung yang sehari-harinya macet gak karuan makin bertambah macet, bahkan kecepatan orang berjalan kaki jauh lebih cepat daripada naek kendaraan.

Kemudian disepanjang jalan siliwangi yang masih “offroad” dan sekitar jalan didepan Bank Mandiri yang menyempit akibat dari pembetonan dan peningkatan tinggi jalan yang kerjaannya gak beres-beres dari bulan lalu, menjadikan kemacetannya luar biasa parah apalagi jalan itu adalah jalan pertemuan 3 arus jalan dari cisitu,siliwangi,dan ITB.

Tak kalah macetnya lagi adalah sepanjang jalan pasar dago. Pagi hari di daerah simpang dago yang menuju selatan biasanya hanya beroprasi dua jalur karena jalur sisanya dipakai buat lapak warga sekitar untuk jualan kebutuhan dapur sehari-hari. Tiap pagi hari daerah itu sudah cukup macet akibat dari banyaknya kendaraan angkot yang ngetem seenaknya dan juga disana ada pertemuan dari jalan Tubagus Ismail. Apalagi ruas jalan jadi berkurang akibat ada 1 jalur lagi yang dipakai buat parkir orang2 yang mau nikmatin CFD.ckckckck

Dan puncaknya dari zona ini adalah PEREMPETAN SIMPANG DAGO! Perempatan simpang dago ini adalah pertemuan arus2 macet dari 3 hal yang saya sebutkan diatas plus dari jalan Dipati Ukur yang ikut macet akibat acara pasar mingguan di Gasibu. Lampu lalu lintas yang “nongkrong” siang malam gak berguna dan polisi yang ngatur lalu lintas pun juga gak berkutik. Benar2 arus yang S-E-M-E-R-A-W-U-T.

Di ujung selatan jalan Dago juga masih menjadi zona kemacetan. Betapa tidak, di daerah gedung sate yang berada di daerah selatan jalan Dago itu sudah menjadi tradisi macet mingguan akibat dari pemakaian jalan di Gedung Sate dan Gazibu untuk pasar Gazibu. Klo ditambah pengalihan jalur akibat kegiatan CFD, macetnya makin Naudzubillah…..

SOLUSI

Untuk mengatasi hal-hal diatas perlu adanya solusi yang cukup kongkrit dari pemerintah selaku komando acara CFD ini. Pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki semua jalan yang rusak di sekitar jalan pengalihan sebelum dilaksanakan CFD. Hal ini disebabkan jalan yang bergigi seperti sekarang membuat pengendara secara terpaksa maupun tidak mengurangi kecepatan laju kendaraannya. Jalan-jalan sangar tersebut ada di sepanjang jalan siliwangi, jalan sumur bandung, dan sekitar perempatan dago

Yang kedua adalah menghilangkan daerah parkir di sepanjang jalan pasar simpang. Dengan memindahkan area parkir tersebut membuat jalur di sepanjang lintasan bertambah lebar sehingga kendaraan lebih leluasa bergerak dan kemacetan berkurang. Klo memindahkan lapak dagangan pasar hamper mustahil karena itu udah ada sejak Indonesia barusan merdeka dan sudah menjadi tulang punggung perekonomian pedagang disana.

Yang ketiga adalah membuat arus jalur searah sementara di perempatan simpang dago. Contohnya adalah membuat jalur yang dari arah dago atas di belokkan kea rah DU,kemudian yang dari arah DU diteruskan ke jalan Sumur Bandung, dan yang dari jalan siliwangi dibelokkan ke arah Dago Atas. Sehingga perempatan simpang dago tidak macet menyilang seperti sekarang ini.

Yang terakhir adalah daerah selatan, yaitu mengatur arus ke arah pasar gazibu. Macetnya daerah ini dapat diakali dengan membersihkan tempat parkir liar di sepanjang jalan DU. Sehingga daerah ini menjadi lancar dan mempunyai arus yang jelas menuju perempatan selatan jalan Dago.

Kalopun 4 solusi diatas masih mengakibatkan macet parah, mending acara Car Free Day dihapus aja. Trus orang-orang yang biasa olahraga waktu CFD dipindahin ke saraga aja.heheheh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: