DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

INDONESIA EKSPOR TKI BERKUALITAS

on June 27, 2010


Jumat,25 Juni 2010. Di station televisi swasta Metro TV menyiarkan program Kick Andy yang membahas karya-karya anak bangsa. Salah satu karya-karya anak bangsa itu adalah tentang mobil hemat energy yang akan diselenggarakan oleh Shell Eco Marathon di Malaysia.

Teofilus Hartono dari UGM memperkenalkan Mobil hemat energy yang Ia beri nama SEMART. Ketika Ia diwawancarai oleh Andy, Teo menyatakan keinginan yang terpendam dari mobil ciptaannya itu. Kurang lebih dia berkata begini, “kedepannya nanti, Indonesia tidak hanya mengekspor TKI-TKI untuk menjadi pembantu atau pekerja kasar, tapi juga mengekspor engineer-engineer muda, scientist, dan dokter-dokter hebat ke luar negeri”. Kontan saja seluruh hadirin langsung tepuk tangan gemuruh memberi apresiasi kepada Teo dengan impian yang dasyat tersebut.

SEDIH KULIAH DI ITB

Ditayangkannya Kick Andy waktu itu mungkin membuat seluruh pemirsa di seluruh penjuru tanah air bangga dengan cita-cita Teo itu. Namun bagiku tidak. Ketika dia mengutarakan impiannya tersebut, saya spontan menjawab “goblok banget nih orang!!!!”. Emosi yang meluap-luap itu bukan tanpa sebab, saya pribadi sudah melihat Indonesia masih kurang engineer-engineer hebat dan scientist berkualitas untuk membangun bangsa ini dengan kontradiksi ITB meng-”ekspor” alumnus-alumnus terbaiknya untuk bekerja di luar negeri.

Mayoritas dari kita menganggap kerja di luar negeri sebagai orang “berkualitas” sebagai sesuatu yang hebat. Sangar, keren, genius, dan banyak kata-kata istimewa lain sering disematkan kepada orang-orang professional yang bekerja di luar negeri ini. Tak dipungkiri juga oleh saya ketika menginjak bangku SMA. Saya begitu silau melihat atau mengetahui orang-orang yang sukses di luar negeri dengan gaji selangit. Mulai dari orang tua bangga, disegani tetangga, dikagumi teman-teman, dan dielu-elukan wanita membuat berkarir professional diluar negeri menjadi sesuati yang “wah” dan menggiurkan. Hal-hal seperti itu ada didalam pikiranku yang tentu saja ada juga dipikiran mayoritas orang Indonesia sehingga cita-cita Teo tersebut terkesan indah.

Pikiran-pikiran seperti itu saya buang jauh-jauh semenjak kuliah di ITB. Di tempat ini saya merasakan realita yang menyedihkan dimana Indonesia butuh sekali banyak engineer dan scientist hebat sekaliber anak ITB untuk membangun peradaban bangsa ini, yang diiringi juga fakta alumni-alumni ITB dengan IPK mendekati 4 banyak yang tergiur bekerja di luar negeri. Tengoklah jurusan-jurusan yang sering mengirim alumni cum laude ke Negara kapitalis seperti Teknik Kimia, Teknik Perminyakan, Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan teknik-teknik lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, mereka begitu bangga ketika orang-orang seperti itu meningkat jumlahnya.

Tak luput juga jurusan kebanggan saya, Teknik Mesin ITB. Baru-baru ini saya diceritakan oleh seorang Fren yang menyebutkan Lukman, ketua angkatan Mesin 2006, lulus 4 tahun pada bulan Juli 2010 dengan IPK yang luar biasa. Dengan nada yang terkagum-kagum akan kehebatan “Lord” Lukman, Fren saya menceritakan bahwa Lukman akan bekerja di perusahaan teknologi terkemuka di Jepang. Terlepas cerita itu benar atau tidak, saya hanya tersenyum kecut mendengar ocehan Fren tadi dengan hati yang menggerutu, “andai saja dia diberdayakan untuk memakmurkan bangsa ini, tidak untuk memajukan perteknologian Negara penjajah kita dulu”.

Pernah suatu kali mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, menyidir kampus ganesha ini ketika memberi pidato sambutan DIES EMAS ITB tahun 2009 lalu. Beliau pernah pergi ke Kanada dan mendapati dua alumni ITB bekerja disana. Dan juga banyak sekali ahli penerbangan ITB yang justru bekerja di Industri penerbangan Boeing dan Airbus. Sehingga dengan nada kesal Beliau menyindir seperti ini kurang lebihnya, “kalau Indonesia hancur, yang tanggung jawab ITB! Menteri-menteri kita banyak yang dari ITB, energy dan sumber daya mineral kita dikuasai anak ITB, dunia penerbangan juga dikuasai ITB. Pakar-pakar teknologi juga dari ITB. Jadi ITB yang harus bertanggung jawab klo di negeri ini terjadi apa-apa!”.

Sentilan itu sangat membuat saya ingat bahwa tujuan didirikannya ITB oleh Ir. Soekarno adalah untuk MEMBANGUN BANGSA dan mengatasi kekurangan engineer dan scientist bangsa ini di kala itu. Dari situ sangat jelas bahwa cita-cita ITB bukan menjadi kampus terbaik di Indonesia, terbaik di Asia, maupun terbaik di dunia. Dan juga sangat jelas bukan menjadi WORLD CLASS UNIVERSITY yang selama ini digaungkan oleh rektorat.

KORUPSI INTELEKTUAL

Pendidikan di Indonesia masih disubsidi oleh uang rakyat mulai dari biaya SPP, gaji guru, perlombaan, Unas, hingga biaya penelitian, dari SD hingga Perguruan Tinggi, tak ada satupun yang luput dari subsidi Triliunan Rupiah dari Negara. Ketika ada seorang pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia, pastinya dia secara tidak langsung ikut mengicipi uang rakyat. Dan ketika pemuda tersebut lulus dari perguruan tinggi, yang mungkin salah satunya adalah ITB, memutuskan untuk menetap dan berkarir di Negara kapitalis, kita dapat menyebut pemuda tersebut sebagai PENCURI UANG RAKYAT!

KORUPSI didefinisikan sederhana adalah menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Dengan alur sejarah pemuda yang memilih untuk mengabdi perusahaan asing, kita dapat menyimpulkan bahwa pemuda tersebut melakukan Korupsi Intelektual. Dimana pemuda tersebut menikmati fasilitas pendidikan rakyat, tapi hasil dari pendidikan tersebut dimanfaatkan oleh golongan tertentu yang dalam hal ini adalah perusahaan asing.

SEPULUH PEMUDA PENGGUNCANG DUNIA

Sungguh sangat menyedihkan kiranya jika pemuda-pemuda unggulan berkarir di luar negeri dengan kondisi Indonesia kekurangan pemuda-pemuda berkualitas untuk membangun bangsa. Kita ditipu habis-habisan dengan penjajahan ekonomi KONSEPSI JENEWA, mineral kita dieksploitasi habis-habisan oleh Negara-negara kapitalis, arah politik kita dikontrol oleh kekuatan asing, utang semakin meningkat namun tak terlihat karena gembor-gembor pemerintah meningkatnya PDB, dan masih banyak lagi masalah-masalah pelik yang membuat Ibu Pertiwi menangis………

Ketika Bung Karno pernah menantang dunia dengan mengatakan bahwa Beliau membutuhkan 10 Pemuda untuk mengguncang dunia. Yang ada dialam pikiran Beliau pastinya bukan pemuda sembarangan, melainkan Pemuda Putra-Putri Terbaik Bangsa. Dan saya berharap bisa menjadi SATU dari SEPULUH PEMUDA tersebut. AMIN.


9 responses to “INDONESIA EKSPOR TKI BERKUALITAS

  1. horton says:

    daripada ngomong panjang lebar mending belajar yg bner…sudahkan kemapuanmu setinggi mereka? kalo kamu udah punya kemampuan tinggi n udah bisa ngasih kontribusi barulah silakan ngomong panjang2… gk ada jaminan kalo kamu gk bkal kyk mereka kalo kamu punya kemampuan setara.

  2. aghnachedoya says:

    nampol blog nya

  3. anggo says:

    sus,, nice note gan….

    saya sarankan masukkan ke detik.com ato berita berita lain dah…. mengena sekali..

    ininih note yang mengajarkn kita untuk terus idealis… pertahankan idealismu nak, tapi lihat realitas sekelilingmu juga…

    terus berkarya demi indonesia yang lebih baik…

    • suluh says:

      ga usah samape masuk ke media massa lah. Tidak ada urgensinya. Tapi makasie banyak yh buat pujiannya.
      =)

  4. Qie says:

    nice notes, berarti anak2 yang ip-nya 4 iku pinter g yo??
    lek jareq pinter golek duit secara instan…😀

  5. rusj says:

    aku juga prihatin mas..tp prihatin saja takkan cukup.

    kalo nurut hematku..yg diperlukan pertama..ya wong koyo sukarno itu..
    jenis leader..manager..visioner..

    gak usah nunggu pemerintah (mereka lg sibuk nata kursinya yg goyang2 terus..boro2 mikirin rakyat)..
    rakyatnya harus maen sendiri (itu namanya bangsa yg pinter)

    yg pinter2 kudu mau sedikit noleh..untuk bikin gebrakan sendiri..jgn ikut2an kaya politikus2 itu..

    sekali lagi pinter (IQ) saja tidak cukup…
    perlu leader..manager..dan visioner.. yg membuat (mengorganisir) semua mimpi itu terjadi..

    kalo perlu bikin dulu forum orang pinternya indonesia.. kalo udah ngumpul pasti mereka mau nyumbang untuk kemajuan bangsanya. Asal ada yg mau ngoordinir (dan jangan sampe kebauan politik..bubar nanti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: