DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

FENOMENA MUDIK

on September 15, 2010

TUGAS GETARAN MEKANIKA DASAR
DOSEN PAK BAMBANG SUDJIATMO
OLEH SUSELO SULUHITO
NIM 13108095

FENOMENA MUDIK

Setiap menjelang lebaran, orang-orang yang tinggal di kota-kota besar pada umumnya menyiapkan liburan panjang ke kampung halamannya. Pada umumnya, orang-orang tersebut lebih memilih libur lebaran untuk pulang ke kampung halaman bersama keluarga besarnya disebabkan oleh hal-hal khas yang bisa didapat ketika libur lebaran namun sulit didapat pada libur-libur hari lain. Hal-hal tersebut diantaranya adalah libur panjang massal yang disediakan pemerintah, bertemunya keluarga besar di daerah asalnya, mempererat tali silahturami dengan sanak saudara, reuni dengan teman-teman sekolah atau sepermainan, menikmati nuansa khas keceriaan lebaran di daerah asal atau di daerah pedesaan, dan untuk para pegawai biasanya mendapatkan Tunjangan Hari Raya dari tempat bekerjanya.

Di negara-negara bumi belahan utara selalu mendapatkan libur panjang bersama ketika menjelang musim panas tiba. Penduduk di negeri tersebut mendapatkan libur panjang oleh pemerintah setempat karena liburan menjelang musim panas dianggap waktu yang tepat untuk menjernihkan peikiran dan melepas penat rutinitas harian. Hal ini berbeda dengan negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa seperti Indonesia yang hanya mendapatkan musim kemarau dan musim hujan saja setiap tahunnya sehingga tidak pernah mengalami libur musim panas. Namun, oleh pemerintah indonesia tetap menyediakan waktu libur massal bersama dengan tujuan yang sama seperti libur musim panas di negara-negara belahan bumi utara. Dengan tradisi urbanisasi dan ikatan keluarga yang kuat oleh orang-orang indonesia yang mayoritas muslim, pemerintah memilih waktu libur lebaran sebagai waktu yang tepat untuk liburan panjang warga penduduknya. Hal inilah yang membuat jalanan di desa-desa menjadi padat seketika karena banyak warga kota yang mengadakan rekreasi bersama keluarga secara massal saat lebaran.

Bertemu keluarga besar saat lebaran menjadi sesuatu yang tak tergantikan mengingat pada waktu lain setiap anggota keluarga sulit menyediakan waktunya diantara kesibukan rutinitas harian untuk berkumpul bersama. Namun, hal ini menjadi ada mengingat lebaran tersedia waktu yang cukup panjang untuk libur dari pekerjaannya sehingga orang-orang cenderung mengajak keluarga yang di rumah untuk berpergian bersama ke luar kota. Di lain pihak, orang yang masih mempunyai keluarga di desa atau daerah asalnya, biasanya mengagendakan kumpul keluarga ke tanah kelahiran walaupun hanya sekedar untuk menghilangkan rasa kangen. Dari hal itulah biasanya dimanfaat untuk menjalin lagi hubungan tali silahturami yang telah rama renggang.

Orang pada zaman dahulu, biasanya mengenyam pendidikan di sekolah sekitar tempat tinggalnya. Ketika lulusan sekolah tersebut yang merantau jauh ke luar kota berbondong-bondong kembali ke kampung halamannya, biasanya dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk mengadakan reuni sekolah untuk mengenang kembali masa-masa ketika bersekolah. Tidak heran, biasanya terjadi reuni massal sekolah-sekolah beberapa hari menjelang dan sesudah hari raya Idul Fitri. Hal tersebut yang membuat libur lebaran lebih istimewa dibandingkan hari libur lainnya.

Keistimewaan libur hari raya Idul Fitri adalah semarak acara lebaran yang diadakan oleh warga. Di daerah Pulau Jawa misalanya, ibu-ibu menyediakan ketupat dan opor ayam atau sambel goreng menjelang dan sesudah sholat Id untuk satapan bersama keluarga. Tradisi tersebut dikenal sebagai kupatan sehingga biasanya nuansa lebaran sering kali dihiasi pernak-pernik ketupat sebagai properti di tempat keramaian. Pusat perbelanjaan juga memanfaatkan momen ini untuk promosi produknya dengan memberikan diskon besar-besaran kepada konsumennya sehingga sering kali ketika lebaran dijumpai orang-orang mengenakan pakaian atau accesoris baru. Untuk orang yang sudah bekerja, biasanya mendapatkan tunjangan istimewa dari kantornya yang tidak bisa didapat di hari selain lebaran yaitu Tunjangan Hari Raya(THR) atau biasa dikenal dengan gaji ke-13. Untuk anak-anak biasanya mereka menikmati meriahnya hari lebaran dengan mendapatkan amplop berisi uang saku atau dikenal angpao oleh orang tua dan sanak saudaranya. Sehingga lengkaplah kebahagiaan lebaran yang dirasakan oleh setiap anggota keluarga.

Hal-hal itulah yang membuat orang-orang dari seluruh penjuru nusantara ikut menyemarakkan lebaran tiap tahunnya. Orang-orang kota tumpah ruah menurunkan transportasinya ke jalan untuk pulang ke desa kampung halaman. Bahkan banyak diantara orang-orang sekitar kita yang rela membayar mahal transportasi umum bahkan sampai berdesak-desakan dengan penumpang lain menuju rumah orang tuanya hanya untuk menikmati tradisi lebaran ini. Fenomena ini terjadi hanya pada kurun waktu tertentu sekitar libur lebaran dan dilakukan massal oleh warga Indonesia sehingga orang-orang menyebut aktivitas ini sebagai Mudik Lebaran.


One response to “FENOMENA MUDIK

  1. suluh says:

    buat M08 kl;as pak bambang. ni tulisan bisa jadi in spirasi tapi gak boleh di kopas habis yah.
    =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: