DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

HOW I TREAT PEOPLE

on March 18, 2011

Minggu ini saya mendapatkan banyak “pukulan”. Mulai UTS, duit, fuitchild, fren, sodara, dan banyak lainnya. Salah satu pukulan keras yang saya terima minggu ini adalah mundurnya salah satu staff sekum saya. Jujur, saya kecewa dan sedih dari pernyataan untuk mengundurkan diri dari tim sekum perjuangan. Tapi pukulan ini akan selalu saya ingat, Saya mendapatkan pelajaran tentang “how we treat people”.

Minggu pagi kemarin, saya mencoba memikirkan seorang wanita. Saya mengaggumi salah satu mahasiswi di kampusku. Mahasiswi tersebut pada dasarnya mempunyai kecantikan yang cukupan, keimanan yang cukupan, kepintaran yang cukupan, pokoknya segalanya cukupan. Gak ada yang terlalu menonjol. Dari situ saya penasaran pada diri sendiri, hal apa dari dia yang bisa menarik perhatianku ini. Dan saya akhirnya tenggelam dalam asiknya dunia “galau anak muda”.

Di kamar, setelah nonton trailer Film Karate Kid, aktor Jackie Chan menasehati pada muridnya dengan kata yang cukup mengena buat saya.

“kung fu is everything, kung fu life when you pick up your jacket. Because kung fu is about HOW WE TREAT PEOPLE”.

That’s the point. I love the girl because of “how she treats people”. Ternyata bukan hal2 fisik dari dia yang membuatku terpikat, tapi tentang bagaimana dia memperlakukan orang. Saya tersenyum lebar setelah mendapatkan pencerah cantik semacam ini dari dia. Luar biasa sekali wanita ini, itulah kata2 spontan yang keluar dari benakku.

Kembali ke staff sekum, pengunduran diri staffku bukan diputuskan dari satu hari, melainkan proses yang cukup panjang. Intinya sangat sederhana, “how sekum treat her”. Tapi dari situlah akhirnya dia mengundurkan diri gara2 “treat” yang salah. Bodohnya, saya baru menyadari hal ini baru2 saja. Dan saya menyalahkan diri saya sendiri atas ketidakpekaan pemimpin sekum ini. Andai waktu itu saya memperlakukan dia dengan baik dan tepat, maka pengunduran diri semacam ini tidak akan pernah terjadi. Saya akui bahwa saya telah gagal menjadi pemimpin yang menjaga utuh rekan tim kerja di kokesma ini.

Sungguh, pelajaran dari mahasiswi itu dan dari staffku ini tidak akan pernah aku lupakan. Dan saya berjanji untuk memperlakukan siapapun juga dengan sebaik-baiknya. Semoga sifat arogan yang melekat dalam diriku ini segera luluh dan hilang tak membekas. Amin.

“How we treat people is why the world treats us”


5 responses to “HOW I TREAT PEOPLE

  1. pesawatkertasku says:

    adakah korelasi antar “staff itu” dan “mahasiswi itu”???

  2. selia says:

    siapa sel yang mundur? jangan jangan fifi ya?dia kan ngancam mundur tuh? atau aku yang disusruh mundur terpaksa?asal kerjaan udah beres, gpp kok disuruh mundur, kan tanggung jawab dh beres kalo gitu. kalo mundur sebelum tanggung jawab beres, waah..itu g bertanggung jawab donk…hehehhe

  3. selia says:

    waah..ternyata salah tebak aku..maaf fi, jadi mikir ke kamu..

    semangat sel..perjuangan kamu jadi kadiv masih sangaaaaat panjang…hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: