DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

ERA KEBANGKITAN

on March 27, 2011

Baru-baru ini saya merasakan aura kebangkitan yang luar biasa dari organisasi yang saya ikuti. Mulai dari HMM, Loedroek, maupun Kokesma. Memang belum ada sesuatu yang konkrit dari kebangkitan 3 organisasi tersebut, tapi entah kenapa saya bisa merasakan kebangkitan jati diri organisasi tersebut.

Loedroek ITB, saya merasakan kebangkitan Maen Gedhe mei nanti. MG kali ini sudah terasa aura maen gedhe, entah mulai dari fisik seperti properti dan tempelan2, sampai pensuasanaannya seperti obsesi dan aktivitas panitianya. Dibandingkan MG Desember lalu yang tak tercium baunya sama sekali, MG yang dipimpin Sos kali ini jauh lebih baik dari segi persiapan dan pensuasanaannya. MG semester lalu benar2 kacau, mulai dari latihan yang berantakan, persiapan yang asal2an, komitmen panitia yang kurang, dan permainan di hari-h pun juga “agak lucu”. Tapi, panitia kali ini hebat. Mereka belajar dari kesalahan semester lalu dan saya salut akan komitmen mereka. Saya merasakan LD mulai bangkit dari keterpurukan semester lalu.

HMM ITB, organisasi ini sudah terkenal akan kaderisasinya di kampus. Dengan jargon solidarity forevernya, himpunan di barat gedung departemen mesin tersebut menjadi kiblat bagaimana mensolidkan suatu komunitas. Saya akui memang benar adanya hal itu. Tapi, ada satu hal yang kurang dari himpunan itu, yaitu pengmas dan keprofesian. Pengmas dan keprofesian sebenarnya sudah ada dan berjalan dengan baik, tapi hal itu hanya setaraf “biasa” dan dirasakan oleh sebagian kecil anggotanya sendiri. Sekarang, pengmas HMM digalakkan dengan konkrit dengan hadirnya departemen Desa Mitra di BP 2008 ini. Keprofesian pun juga sudah mulai digalakkan, terbukti dengan meningkatnya partisipasi untuk ikut lomba2 tentang mesin diluar kampus.

Kokesma ITB, pertama kali saya masuk Kokesma, aura koperasi benar2 ada di organisasi ini. SHU yang sebenernya memang hak anggota memang benar2 konkrit dibagikan. Tapi, 2 tahun kepengurusan terakhir menjadi hilang entah kemana. Data2 SHU lenyap tak berjejak. Tak heran jika kokesma dikutuk kapitalis oleh mahasiswanya sendiri. Saya yang mendapat amanah sebagai sekretaris umum dibuat pusing sendiri oleh ini. Pernah suatu kali saya mengambil beberapa sampel di pengurus untuk ditanyakan tentang SHU. Dan hasilnya semuanya ga tau apa2 tentang SHU sebenarnya. Bahkan ketua kokesma sendiri baru tau tentang SHU setelah saya jelaskan saat rakor penguin kemarn malam. Sangat ironi sebenernya. Tapi dari amanah yang saya dapat ini, saya jelas tidak mau membiarkan “harga diri koperasi” di kokesma ini hilang begitu saja. Saya juga tidak mau ketinggalan dari era kebangkitan 2 organisasi yang sebelumnya sudah saya ceritakan diatas. Akhirnya, saya berkomitmen untuk menghidupkan lagi “harga diri koperasi” di kokesma ini. Saya mulai hal ini dengan jargon SEKUM ITU KONKRIT.

Saya merasa beruntung berkomitmen di 3 organisasi tersebut. Tiga-tiganya mempunyai ciri dan khasnya masing-masing. Dan saya mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dari ketiga organisasi tersebut. Sesaat saya lulus SMA dengan keadaan saya ini, banyak sekali perubahan yang terjadi. Saya meraskan hal itu dan diakui oleh teman-teman lama saya sendiri saat reunian sekolah baik SD, SMP, maupun SMA. Perubahan itu tidak lain karena pembentukan karakter diri dari 3 komunitas itu. Saya mengakui, bahwa komunitaslah satu-satunya tempat yang paling tepat untuk membentuk karakter dan mengembangkan softskill. Saya jamin, tidak akan ada les2 atau bimbingan yang bisa melakukan hal tersebut kecuali membentuk suatu komunitas.

Hari ini, “jati diri suluh” yang telah lama terpuruk pun juga mulai saya bangkitkan. Film “karate kid” yang diperankan oleh Jackie Chan dan Jaden Smith sangat menginspirasi bagaimana membangkitkan sesuatu yang benar2 dalam keadaan terpuruk. Sebelumnya saya sudah berkali-kali bangkit dari keterpurukan. Tapi keterpurukan yang benar2 terpuruk seperti yang saya rasakan saat ini benar2 membuat saya kelimpungan. Membangkitkan sesuatu yang sangat hancur itu susah sekali. Hmmm, saya ralat, Membangkitkan sesuatu yang sangat hancur itu TIDAK MUNGKIN. Saya hanya pasrah dan menjalani segalanya apa adanya dari keterpurukan ini.

Allah masih bersama saya. Dan akan selalu bersama saya. Saya diberi petunjuk dari Sang Penciptaku itu. Petunjuk yang diberikan berupa proses yang panjang dan menakjubkan. Saya akan coba jelaskan intinya saja.

“Saya tidak mungkin membangun kembali segala sesuatu yang sudah sangat hancur ini. Keadaan ini benar2 sangat hancur dan tidak mungkin dibangkitkan lagi. Saya hanya mempunyai satu pilihan. Yaitu MENCIPTAKAN YANG BARU”

Saya mencoba open mind, dan saya memutuskan untuk belajar hal baru dari “jati diri” ini. Biar saja saya tertinggal jauh oleh kawan-kawan saya. Tapi yang jelas, saya membangun “gedung baru” dibandingkan dengan kawan lain yang melanjutkan dan memperbaiki “gedung lama”nya.

Sekarang adalah masa-masa kebangkitan untuk berjaya kembali. Loedroek, HMM, dan Kokesma mulai bangkit. Dan sayapun akan bangkit bersama-sama tiga organisasi tersebut.

THE NEW OF ME JUST BEGIN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: