DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

KOPI, TDM, DAN CINTA

on June 18, 2011

Seharian ini badan saya sangat tepar. Padahal aktivitasnya hanya ndengerin seminar dari Kopindo di Bale Rusumawat Unpad. Hari ini benar2 saya jadi cowok yang payah. Telisik punya telisik, ternyata badan saya tepar akibat dari keputusan untuk berhenti minum “obat”. Sebelumnya saya akan coba ceritakan dulu kenapa saya minum “obat” tiap hari.

Beberapa minggu ini saya agak tertekan akibat dari beban kuliah semester genap yang sampai detik ini belum selesai. Nama kuliah tersebut adalah Tugas Desain Mesin II, atau bahasa gaolnya Mechanical Design Project II. Kuliah ini mengharuskan mahasiswa “strip tiga” membuat suatu rancangan mesin yang inovatif dan kreatif. Karena beban matkul tersebut cukup berat, proyek perancangan mesin itu dilakukan dalam kelompok yang berisi 3-4 orang “pejantan tangguh”. Beban kuliah ini HANYA 1 SKS menurut ol akademik.

Tugas Desain Mesin I semester ganjil sebelumnya, kelompok saya ketiban durian runtuh, yaitu mengerjakan suatu proyek dosen lab dinamika yang SANGAT MIRIP Tugas Akhir di prodi2 tetangga. Proyek industri ini menyebabkan sekelompok TDM I saya, yaitu inul dan sadis, kehilangan liburan semester ganjil karena harus bekerja keras di Lab Teknik Produksi selama sebulan. Sampai detik ini saya masih ingat nama topik TDM yang kami kerjakan kala itu, topiknya adalah “Perhitungan dan Pengujian Kekuatan Axial Roller Conveyor Dengan Bearing SKF 6305 ZZ Produksi PT. Vortex Conveyor International” dengan Dosen Pembimbing Pak Zainal. Benar2 mirip TA mahasiswa yang mau lulus, bedanya hanya “skripsi” ini dikerjakan oleh 3 orang dan tidak perlu seminar yang mengundang banyak massa kampus. Dari kuliah tersebut saya akhirnya mengerti mengapa mahasiswa akhir sering galau.hehe

Tugas Desain Mesin II semester genap ini, saya berpartner dengan Dewa Mekflu, yaitu Arka. Cukup tidak ideal dimana TDM yang harusnya dikerjakan 3-4 orang, namun dikelompok ini hanya dikerjakan oleh 2 orang saja. Dan “beruntung”nya lagi, pembimbing TDM II ini adalah dosen perancangan tingkat dewa, yaitu yang mulia baginda Zainal Abidin. TDM part II kali ini kelompok saya mengerjakan suatu alat baru pemotong rumput yang kami sebut Modified Rotary Mower(MRM). Disini kami berusaha berinovasi membuat alat pemotong rumput dengan mekanisme baru. Mekanisme tersebut gabungan dari mekanisme pemotong rumput yang menggunakan Engine dan mekanisme pemotong rumput manual seperti di film “Home Alone 3”. Alatnya “sederhana” , namun dipasaran belum ada perusahaan yang memproduksinya. Sehingga kami memutuskan untuk membuat prototipe alat ini. Dan sekali lagi, TDM II kali ini benar2 mirip Tugas Akhir di prodi2 tetangga.

Saat produksi alat ini, partner saya pergi Kerja Praktek ke Balikpapan. Saya terpaksa mengerjakan alat ini sendirian di lab yang penuh dengan mesin manufactur. Dan dua minggu bekerja di lab ini benar2 membuat saya sangat kelelahan. Bisa dibilang saya sedang “apes” karena hanya berpartner dengan satu orang, dan orang tersebut meninggalkan proyek ini karena sedang KP. Sedangkan rekan seproduksi sebelah saya, Jussac, bisa dibilang bernasib sangat nahas. Sekelompok yang beranggotakan 4 orang itu hanya 1 orang yang selalu “online” bersama saya di lab tekprod. Ternyata saya punya teman senasib sepertanggungan.hahhahaha

Produksi alat ini cukup membuat saya kwalahan karena harus ngelab di tekprod dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Inipun masih dikasih “intrik2” amanah dari organisasi ujung dan gosip anex tentang SP. Makin pusing saya dibuatnya. Akhirnya saya menekan tubuh saya agar selalu fit dengan minum “obat” tiap pagi.Perlu diketahui, minuman “obat” ini sangat familiar ditelinga masyarakat karena sering dikonsumsi oleh orang-orang sekeliling kita. Biasanya, minuman ini diseduh oleh bapak2 tiap pagi sambil baca koran atau ngenet. Minuman ini juga cukup murah di kantong mahasiswa, hanya 8400(versi indomaret) untuk mendapatkan 10 sachet. Nama beken minuman ini adalah Kopi Susu ABC. Dan alhamdulillah saya menyetok Kopi Susu ABC rasa Brownies dengan jumlah yang melimpah.

Yap, tiap bangun pagi, saya menyeruput minuman ini agar seharian saya bisa fit NeDeEm di lab. Saya merasa nyaman dengan kebiasaan ini, selain karena rasanya yang enak dan hangat, minuman berkafein ini mebuat saya bugar seharian. Sehingga tak salah jika saya divonis kecanduan kafein karena merasa addict untuk selalu minum kopi tiap hari.

Namun, kemarin malam saya mengalami “galau cinta tingkat dewa” akibat peristiwa “pria kesepian” di kampus. Entah setan apa yang merasuki saya kala itu, malam itu saya benar-benar merasa sangat kacau hati. Karena kejadian malam itulah, akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan minum kopi agar bisa menjadi lelaki normal lagi. Dan saya berkomitmen dengan keputusan ini.

Bangun pagi, saya berangkat ke kampus untuk menjalankan aksi penculikan komponen MRM saya di comlabs. (Klo ada mahasiswa yang sering sholat di comlabs, pasti akan tahu benda apa yang saya curi.hahaaha). Setelah melakukan serangan fajar tersebut, entah karena Bandung yang lagi dingin atau jaket saya yang terlalu tipis, tiba2 badan saya menggigil dan jadi panas. Akhirnya, saya memutuskan untuk pulang ke kosan untuk istirahat dan tidak melanjutkan TDM untuk sejenak.

Setelah tiduran sebentar, saya berangkat ke Unpad untuk mengikuti seminar yang diadakan oleh Kopindo. Saya pikir, mengikuti seminar yang hanya duduk diam mengikuti ceramah pembicara di ruangan ber-AC tidak akan mempengaruhi kesehatan tubuh saya. Ternyata saya sangat salah, saat istirahat makan siang, tubuh saya tiba2 meriang dan jadi panas lagi. Akhirnya saya ngebut pulang ke kosan untuk istirahat lagi. Ah, badan saya benar-benar tepar siang ini. Saya terpaksa tidur tiga jam penuh di ruangan kecil ini. Dan bangun tidurpun kepala saya masih merasa pening.

Baru-baru ini saya sadar, bahwa orang pencandu kopi akan mengalami gangguan kesehatan saat menghentikan kebiasaan minum kopi. Hal itu pernah diungkapkan oleh Mahasiswi Farmasi S2 di kampus saya saat saya jadi sukarelawan untuk penelitiannya tentang pengaruh kopi. Dan sialnya, yang dikatanya benar terjadi pada saya. Badan saya jadi sakit saat menghentikan kebiasaan minum kopi.

Sekarang saya jadi dilema terhadap pilihan yang sulit. Melanjutkan minum kopi tiap hari agar tetap HIDUP? atau menghentikan minum kopi agar bisa SEHAT? Saya sendiri cenderung memilih opsi SEHAT ketika mengingat oknum yang saya taksir itu. Tapi disisi lain saya jadi cenderung memilih opsi HIDUP ketika mengingat TDM saya yang belum usai. Benar2 dilema yang sulit buat saya.

KOPI, TDM, dan CINTA. Tiga hal tersebut ternyata membuat saya “berkecamuk” minggu2 belakangan ini. Yah, semoga besok saya mendapatkan petunjuk dan jalan yang lurus dari Yang Maha Kuasa tentang pilihan ini. Dan semoga saya segera sembuh dari sakit yang menyebalkan ini. AMIN.
=)


One response to “KOPI, TDM, DAN CINTA

  1. dini ayudia says:

    Suselo mantaaaaaaappp!!!
    Ngerjain TDM tingkat dewa sendirian. Keren banget Sus.
    Jadiin TA aja sekalian kalo gini.
    Thumbs up !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: