DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

STUDIUM GENERALE: KUNTORO MANGKUSUBROTO

on November 12, 2011

Entah setan apa yang masuk ke otak saya, tadi pagi setelah jogging saya jadi punya hasrat untuk ikut Studium Generale dari Kuntoro Mangkusubroto dengan judul: Mendorong Pembangunan dan Reformasi Birokrasi di Indonesia. Dari judulnya yang berhubungan dengan kata “birokrasi” membuat saya tidak tertarik sama sekali dengan kuliah umumnya. Apalagi penceramahnya ga terlalu terkenal, pak Kuntoro, yang dalam otak saya waktu itu terbesut pertanyaan “saha eta mah?”. Tapi ya itu tadi, tiba2 saja saya ingin ikut kuliah itu. Daripada nggalau di kamar sendirian, akhirnya saya memeutuskan untuk chao ke Aula Barat.hehe

Sampai di ruang kuliah umum, spontan saya terkejut. “Uanj***ing! Banyak banget yang dateng”. Saya tak menyangka studium generale dari pak Kuntoro bakal seramai ini. Entah mereka sudah tahu pak Kuntoro sebelumnya sehingga tertarik datang ke kuliahnya atau hanya sekedar kerasukan setan seperti saya, hanya Tuhan yang tahu.

Lanjut ke kuliah umumnya. Sumpah! saya ga menyesal datang ke kuliah ini. Kuliah dari pak Kuntoro ini worthed banget. Bahkan peserta kuliah sampai diam fokus memperhatikan isi kuliah dari awal hingga akhir(ini termasuk hal langka di studium generale). Mayoritas peserta dari kuliah ini adalah warga TI dan SBM. Mungkin karena jurusan itu “birokratif”, jadinya banyak yang tertarik untuk ikut.hehe

Di kuliah umumnya, pak Kuntoro menjelaskan, bahwa dulunya dia adalah mahasiswa mesin(TI yang waktu itu masih gabung sama Dept Mesin) yang pernah mengikuti suatu kuliah TI155 Teori Keputusan di ruangan kecil ujung atas kiri ITB. Dia menggambarkan, di kuliah itu hanya berisi 4 mahasiswa, 1 dia, 2 dari matematika, 1 lagi sisanya ga jelas(katanya beliau). Tapi dari ilmu teori keputusan yang ia pelajari disana, ia memperoleh kesuksesan hingga diangkat menjadi Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan RI. Amanah itu tidak didapat karena wangsit dari Presiden RI, tapi karena trak recordnya. Tercatat beliau pernah memimpin di Dirut PT. Timah Tbk, Dirut PLN, Dirut PT. Bukit Asam, dan dua kali menjadi meneteri pertambangan, bhkan masih bnyak amanah yang pernah ia emban. Yang paling menakjubkan adalah, dia adalah pemimpin pemulihan kawasan Aceh Nias yang terkena dampak Tsunami.

Di tahun 2004, pak Kuntoro bersama teman-temannya sedang membangun fakultas baru di ITB, yaitu Sekolah Bisnis dan Manajemen(SBM). Di tengah perjuangannya itu, beliau tiba2 mendapat telpon dari pak SBY untuk menangani bencana tsunami Aceh. Jelas, untuk warga nasionalis seperti dia tidak akan bisa menolak perintah mulia tersebut. Pak Kuntoro akhirnya diangkat menjadi Kepala Badan Pelaksana-Badan Rehabilitasi dan Rekronstruksi Aceh Nias.

Pasca bencana Aceh Nias, banyak sekali negara2 yang ingin mendonorkan bantuan kepada Indonesia. Tapi negara2 tersebut cemas terhadap bantuan yang akan diberikan. “Indonesia? negara yang tidak jelas itu yah? yang negaranya korup. Klo saya nyumbang, duit saya dikorup ga yah?” begitulah pak Kuntoro menirukan gaya diplomat negara pendonor waktu itu. Jelas bukan perjuangan yang mudah buat pak Kuntoro untuk menyakinkan negara2 tersebut bahwa dana yang mereka sumbangkan aman.

Setelah 4 tahun berjalan, pak Kuntoro mengadakan jumpa pers. Beliau memamparkan kepada media seluruh penjuru dunia tentang hasil sumbangan yang telah mereka berikan. Sesaat pak Kuntoro mempresentasikan tentang hasil pembangunan 100.000 rumah di Aceh, tiba2 ada orang rambut gondrong di ruangan jumpa pers itu berteriak, “bohong! jumlah rumah yang dibangun hanya 65.000 saja!”. Jelas hal tersebut bikin jantungan pak Kuntoro dan anak buahnya. Tapi apa daya, pak Kuntoro mati kutu dan tidak bisa melakukan apa2 terhadap tuduhan itu. Mau berdebat denganya akan menjadi hal tolol. Pak Kuntoro segera menyadari bahwa orang gondrong tersebut hanya ingin membuat sensasi dan masuk headline koran2 koran seluruh dunia(dia menjelaskan masuk headline koran tersebut memang terjadi).

Pak Kuntoro terpacu otaknya untuk memikirkan mengatasi masalah ini. Akhirnya, beliau bersama timnya mengembangkan aplikasi GPS di tiap2 rumah yang dibangun oleh timnya. Dalam data GPS tersebut dijelaskan lengakap koordinat rumah, peta, foto, developer, penyumbang, daerah, dkk. Pokoknya lengkap. Data2 tersebut juga ditampilkan di web sehingga bisa diakses oleh siapa saja di seluruh dunia.

Diceritakan juga, suatu saat Microsoft menyumbang 100 Juta dollar untuk Aceh. Microsoft menyumbang tanpa hadir di Aceh, hanya dilakukan di markas besarnya di USA. Setelah menyumbang, Micrososft mengamati perkembangannya dari waktu ke waktu dana yang disumbangkannya melalui web yang dibangun pak Kuntoro. Setelah sumbangannya terealisasikan semua, Microsoft mempercayai tim pak Kuntoro dengan memberi tambahan sumbangan lagi untuk Aceh Nias.

Di akhir laporannya, sumbangan yang pendonor berikan ternyata sempat dikorupsi oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab. Tercatat 7 kasus korupsi yang ditemukan atau dengan nilai 0,08 persen dari 60 Triliyun. Meskipun yang dikorupsi besar, hal tersebut merupakan prestasi terbaik, karena biasanya dana yang dikorup dari sumbangan mencapai 30 persen lebih! Siapa sangka, dari bencana Aceh Nias ini dunia akhirnya Indonesia mendapat berkah dengan kenaikan tingkat kepercayaan oleh negara2 di dunia. Pak Kuntoro sempat menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada rambut gondrong pembuat sensasi itu, karena berkat dia, pak Kuntoro berhasil membuat sistem transparasi dana sumbangan dan teraplikasinya sistem GPS untuk yang pertama di Indonesia, serta tentu saja negara asing lebih percaya kepada Indonesia.

Berkat dari kesuksesan sistem yang beliau buat, pak Kuntoro dipercaya menjadi ketua pengawas kinerja menteri. Pak Kuntoro menerapakan sistem GPS ke seluruh penjuru nusantara untuk mengawasi “konkrit tidaknya” kerja-kerja para menteri. Dikisahkan juga saat itu seorang menteri memamerkan kesuksesan proyek irigasi di Boyolali kepada presiden. Tapi setelah di cek koordinat dan data2 dari GPSnya pak Kuntoro, ternyata menteri tersebut bohong. Di data GPSnya pak Kuntoro terpampang jelas data lengkap beserta gambar2 proyeknya saat itu. Jasa itulah yang membuat pa presiden menugaskan kepadanya untuk mengawasi kinerja di Kabinet Indonesia Bersatu. Katanya juga, berkat sistemnya beliau, hasil laporannya menjadi pertimbangan utama menilai kinerja kementrian untuk melakukan reshuffle kabinet.

Sebenarnya banyak hal yang bisa didapat dari perkuliahannya. Pengalaman2nya begitu luar biasa. Mulai kisahnya dipecat dari dirut PT. Antam oleh menteri pertambangan. Kisah sholat istikharahnya saat menjadi dirut PT. Timah yang terancam kebangkrutan massal. Hingga kisah lika-liku melawan kekuatan negara asing yang mengancamnya(bahkan dengan pistol) untuk menguasai pertambangan di Indonesia. Tapi sayang, saya capek nulisnya di notes ini klo nyeritain semuanya.hehe

Semoga secuil kisah Pak Kuntoro Mangkusubroto ini menjadi inspirator bagi kawan2 pembaca untuk meniru kerja kerasnya untuk menyelamatkan bangsa ini serta rasa nasionalismenya yang beliau bawa hingga saat ini.

Indonesia, Bisa!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: