DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

RESPECT FROM INDIAN SOLDIERS

on November 28, 2011

Iseng main2 di Google, tiba2 saya melihat foto pernyataan penghormatan kepada rakyat Surabaya dari tentara “Gurkha” India yang disewa Allied bersama tentara Inggris untuk memborbadir kota Surabaya.

Kadangkala, saat melihat dokumentasi ini, saya merasa sangat malu. Betapa “banci”nya saya saat ini dibandingkan pemuda-pemuda Surabaya di awal kemerdekaan. Para pemuda-pemuda itu berjuang mati2an mempertahankan kemerdekaan negara ini. Mereka tak mengharapkan pujian, belas kasih, penghargaan, apalagi gelar pahlawan.

Iyah, kala itu, tujuan utama pemenang perang dunia II itu melucuti senjata tentara jepang. Tetapi, terjadinya insiden berkibarnya bendera Merah-Putih-Biru di Hotel Yamato menulut bentrokan antara organisasi kerakyatan dengan tentara Inggris, dengan puncaknya terbunuhnya Brigjen Mallaby.

Sesaat setelah kejadian itu, Inggris memberikan ultimatum kepada rakyat untuk menyerahkan senjatanya dengan tangan diangkat keatas. Jelas hal itu merupakan penghinaan terhadap rakyat Surabaya. Hingga akhirnya di tanggal ultimatum itu tiba, rakyat Surabaya tetap tidak mengikuti ultimatum tersebut, sehingga terjadilah perang antara rakyat Surabaya dengan tentara inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban, dan juga peristiwa ini menjadi inspirasi serta pemicu perjuangan rakyat Indonesia di seluruh nusantara untuk menentang penjajahan kembali, maka peristiwa ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Entah kenapa, saya merasa menjadi pemuda hina saat membandingkan semangat perjuangan saya saat ini dengan pengorbanan pemuda Surabaya di jaman perang 1945.

Lewat postingan ini, Saya mencoba mengabadikan dokumentasi ini agar saya dan pembaca selalu ingat dan selalu bersemangat seperti Pemuda Surabaya kala itu.
Merdeka!

Pidato Bung Tomo:

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.
Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian
Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe
Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!
Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: