DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

CATATAN AKHIR KEPENGURUSAN KITA

on February 5, 2012

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bismillahirohmanirohim.
Untuk kawan-kawan pengurus inti yang saya hormati,
Ketua Umum Arinata Fatchun Ilmiawan
Ketua Departemen Keuangan Miftakhul Falah
Ketua Divisi CIC Indra Permana
Ketua Divisi Kekeluargaan Syifaturrahman Nurfalah
Ketua Divisi Tokema Puspaning Utami
Ketua Divisi PSDA Tiffany Dhesiant Pawestry
Ketua Divisi KBL Mukhtarus Bahroinuddin
dan Ketua Divisi RnD Zelmi Ilham

Sekarang, sudah tepat satu tahun kita menjadi Pengurus Inti Kokesma ITB. Selama satu tahun ini pula kita telah bekerja keras dengan segenap kemampuan kita untuk membangun unit yang kita cintai ini. Kita semua sama, sama-sama merasakan pahit manisnya menjadi pengurus inti. Merasakan bagaimana emosi dan tenaga kita terkuras habis-habisan untuk membangun organisasi yang kita banggakan ini. Merasakan suka duka memimpin seluruh pengurus Kokesma. Dan merasakan dinamika hidup mati jiwa kita disini.

Kita semua juga telah melihat. Bagaimana cucuran air mata telah mengalir diantara kita semua. Entah itu yang terlihat maupun sembunyi-sembunyi. Kita juga menyaksikan, bagaimana separuh pengurus inti pernah ingin mengundurkan diri karena keputusasaan yang menghinggapi kita. Sekaligus kita juga menyaksikan bagaimana separuh pengurus inti itu langsung bangkit kembali menyingsikan lengan sampai akhir amanah.

Iya, kita tidak akan menyesali semua ini. Itulah pilihan yang telah kita ambil satu tahun yang lalu. Dan kita memilih pilihan ini dengan sangat sadar dan akal sehat yang masih aktif. Dan inilah resiko yang kita terima mentah-mentah.

Sebentar lagi kita akan mengikuti Rapat Anggota Tahunan. Kita akan mempertanggungjawabkan kepengurusan kita dihadapan anggota kokesma. Kita bisa bangga sekarang dengan capaian kita selama setahun ini. Dan pastinya kita optimis dengan keberterimaan LPJ yang akan kita sajikan nanti.

*Kita punya kadiv PSDA yang mempunyai integritas tinggi sehingga dia berhasil menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang meningkat pesat baik dari segi kualitas dan kuantitas.
*Kita punya kadiv Tokema yang telah menjalankan program kerjanya dengan hasil sangat memuaskan sehingga pujian selalu membanjiri kepadanya disetiap rapat yang kita adakan.
*Kita punya kadep Keuangan yang berhasil mendisiplinkan administrasi uang masuk keluar pengurus dan mengontrol keuangan seluruhnya hingga kita tidak pernah mengalami krisis moneter.
*Kita punya ketua umum yang bersahaja, sabar, dan bijak untuk mengarahkan kita menggerakan roda organisasi.
*Kita punya kadiv KBL yang berhasil meningkatkan citra positif KBL kepada mahasiswa hingga rektorat karena Beasiswa Makan KBL, pelayanan, dan hidangannya.
*Kita punya kadiv kekeluargaan yang berhasil menghadirkan rasa nyaman dan setiap pengurus untuk belajar dan berkontribusi.
*Kita punya kadiv CIC yang telah membangun pondasi eksistensi warnet di Ciumbeluit baik dari segi pencitraan dan keuangan.
*Kita punya kadiv RnD yang hampir berhasil mendirikan usaha baru yang menjanjikan di sebelah CIC, andai tidak terjadi miskomunikasi dengan pemilik kontrakan.

Tapi sejatinya kita telah melihat, dalam setiap RAT yang telah kita ikuti, 99 % adalah pernyataan-pernyataan negatif yang diluncurkan kepada pengurus inti. Hingga akhirnya persepsi buruk hampir selalu terbentuk kuat di akhir kepengurusan, meskipun prestasinya memuaskan sekalipun. Tapi itulah kekuatan persepsi. Di era pencitraan saat ini persepsi adalah segala-galanya. Dan persepsi sering mengalahkan fakta yang ada.

Tak perlulah merasa khawatir dan takut. Saat pelantikan, kita disumpah “Demi Allah“, bukan “Demi Anggota”, bukan “Demi Kokesma”, apalagi “Demi Peserta RAT”. Apapun cap yang menempel pada kita nanti, kita terima dengan lapang dada, karena pertanggungjawaban yang paling penting adalah pertanggungjawaban kita kepada Tuhan. Ada pesan yang sangat menarik dari Ketua Koperasi Kopma UGM, Rizka Pratiwi:

“Amanah itu datangnya dari Tuhan, dan akan kembali kepadaNya pula, maka jalanilah amanah itu sebaik-baiknya, karena tak ada amanah yang besar ataupun amanah yang kecil, semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak…”

Kita awali kepengurusan kita dengan hati yang mulia. Kita jalani amanah ini dengan sepenuh hati. Dan kita akhiri jabatan kita dengan kelapangan hati.

Kawan-kawan pengurus inti yang saya banggakan.
Saya sangat bersyukur bisa bergabung dalam satu tim bersama kalian. Banyak pelajaran berharaga yang telah didapatkan selama setahun ini. Dan dalam tim ini pula saya digembleng keras hingga akhirnya saya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya sangat berterima kasih karena kalian telah melapangkan hati menerima saya yang menjadi sosok pengurus inti yang berantakan. Saya tidak akan melupakan masa-masa ini hingga akhir umur nanti.

Terima kasih kawan…
Sekarang waktunya kita merangkai masa depan kembali. Merangkai sebuah komunitas yang lebih luas, yaitu masyarakat Indonesia. Kita jadikan pengalaman setahun ini menjadi bekal kita membangun bangsa Indonesia yang lebih madani.
Semoga perjuangan kita selama ini tidak sia-sia. Dan semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di Kokesma ini.
Amin.

Good luck, God bless us.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Salam senyum hangat,
Suselo Suluhito
Ketua Sekretaris Umum
KOKESMA ITB 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: