DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

KAPOK BUKA LOKER SEKUM

on February 29, 2012

Hari rabu ini, jadwal kuliah saya begitu penuh. Estafet dari jam 7 pagi hingga jam 6 sore, meskipun ada sekitar 2 jam istirahat dicelah jadwal itu. Di kuliah yang paling akhir, saya sudah sulit berkosentrasi karena kecapaian. Tapi masih saya paksakan karena ada kuliah tamu dari belanda yang sangat menarik, yaitu tentang pengembangan energi photovolcanic kerja sama ITB-University Twente.

Setelah dipaksa mengikuti isi kuliah tamu tersebut, kepala saya sudah cukup pening. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan langsung istirahat. Di tengah perjalanan menuju tempat parkir, saya baru ingat, staff sekum Septi pernah menitipkan bantuan surat sosialisasi ke saya. Seketika itu juga saya langsung membelokan badan ke sekre Kokesma.

Di sekre yang terletak di Gedung Ex-Mkor tersebut, ada kejutan yang tidak saya sangka sebelumnya, ada Kak Fanny! haha. Kenapa kehadirannya menjadi surprise? itu diceritakan edisi lain saja, biar ga panjang critanya.hehe. Kembali ke topik, di sekre saya mencari stempel Kokesma untuk legalitas surat sosialisasi. Stempel tersebut biasanya nongkrong di loker sekum, alhasil saya langsung ke lemari di ujung sekre.

Buka loker sekum, langsung “DEBH!”. Saya melihat suatu “benda”. Iyah, benar2 suatu “benda”. “Benda” tersebut mengingatkan saya pada kisah asmara yang pernah bersemi saat saya menjadi kadiv sekum. Detak jantung saya serasa melambat seketika. Saya amati dengan hati2 “benda” tersebut.

10 DETIK PERTAMA (GALAU STADIUM 1)
Saya ambil “benda” tersebut. Diperhatikan dengan sangat seksama.

10 DETIK KEDUA (GALAU STADIUM 2)
Saya utak- atik “benda” tersebut. Bernostalagia kisah cinta kala itu.

10 DETIK KETIGA (GALAU STADIUM 3)
Saya amati baik-baik “benda” tersebut. Teringat cantik sangat mendalam denganya.

10 DETIK KEEMPAT (GALAU STADIUM 4)
Saya mulai menikmati kenangan “benda” tersebut. Gelora kasih menggelora dihati.

10 DETIK KELIMA (GALAU TINGKAT KRITIS)
Langsung tersadar! HATI saya sedang KALUT!
Masukin “benda” itu ke kedalam. Tutup lokernya. Fiuh, untung belum mati konyol karena galau akut.

“Astafirughllah”. Gumam saya dalam hati. Saya toleh kanan-kiri, saya tanya langsung penghuni sekre. Saya dapatkan stempel tersebut. Setelah urusan legalitas surat selesai, saya bercakap sekedar dengan orang sekeliling saya. Setelah itu saya kabur pulang.

“Astafirughllahalazim”, saya ucapkan kata tersebut berkali-kali selama perjalanan pulang. Di perjalanan pulang, saya ditemani oleh rintikan hujan yang menemani sang magrib. Suasana senja tersebut sangat mendukung berkecamuknya hati yang kalut ini. Ya Allah, saya tidak menyangka sampai segalau ini.

Sampai dikosan, saya langsung tersungkur. Berulang kali saya memohon pertolongan kepada Sang Pencipta untuk menenangkan hati ini kembali, hingga saya merasa “zero”, atau biasanya orang menyebutnya kondisi “ikhlas”.Ah, udah tingkat 4 gini masih belum bisa mengendalikan diri dari galau. Sampah banget dah. JIANCOK TENAANN…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: