DOLANAN CORAT-CORET

DOLANAN SAKTI SING ISO NYORAT-NYORET

HANYA SERATUS DUA

on April 22, 2012

Empat tahun yang lalu, sekolah saya mengadakan tes IQ kolektif kepada para siswa kelas 3. Pihak sekolah mengatakan, tes IQ difasilitasi kepada kami untuk membantu para siswa menentukan jurusannya saat kuliah nanti. Sekaligus, untuk mengetahui berapa tingkat “kegeniusan” si siswa untuk menyelesaikan masalah.

Saya ikuti tes psikologi tersebut. Latar belakangnya, sejak kelas satu SMA, saya sudah bercita-cita ingin menjadi insinyur, dan jurusan teknik jelas menjadi tujuan saya berlabuh. Dan saya ikut tes psikologi kala itu hanya karena satu alasan, ingin tahu! Yah. Ingin tahu apakah benar saya berbakat di bidang teknik?!?!?!

Saya ingat benar suasana saat pembagian hasil tes kala itu. Teman-teman saya di kelas saling membicarakan hasil tes IQnya. Sangat beragam kala itu. Ada yang senang karena jurusannya sama dengan rekomendasi psikolog, ada yang sedih karena tidak sesuai, ada yang sombong mendapatkan skor tes tinggi(dan saya akui mereka memang pintar), dan ada juga yang marah tidak menerima hasil tes IQnya. Yang jelas, hebohnya kelas bahkan hampir sama hebohnya pasar tumpah!

SERATUS DUA. Itulah skor tes IQ saya. Mungkin saya menjadi satu-satunya orang yang hanya diam duduk di pojokan diantara keramaian kelas. Perasaan saya sangat campur aduk hancur tak karuan kala itu, benar-benar sangat kalut.

SERATUS DUA, mempunyai arti bahwa kecerdasan saya dibawah rata-rata anak di Indonesia!
SERATUS DUA, mempunyai arti bahwa kecerdasan saya jauh tertinggal dibandingkan teman-teman kelas yang rata-rata 120 keatas!.
SERATUS DUA, mempunyai arti bahwa saya adalah siswa paling bodoh di kelas! Bahkan mungkin terbodoh di sekolah!
SERATUS DUA, mempunyai arti bahwa saya tidak bakat dibidang teknik!
SERATUS DUA, mempunyai arti bahwa saya harus mengurungkan niat masuk ITB!
SERATUS DUA, mempunyai arti bahwa saya harus menerima kenyataan bahwa saya tidak terlahir dengan otak yang encer!

Saya benar-benar kehilangan rasa percaya diri untuk melanjutkan kuliah. Masa depan yang saya idam-idamkan serasa menjadi sangat kabur, sangat madesu! Modal tidak punya, kemampuan tidak memadai, kesempatan sangat sempit, dukunganpun minim sekali.

HOPE!
Itulah satu-satunya yang saya punya. Satu-satunya motivasi saya untuk tetap semangat belajar, agar lulus ujian masuk perguruan tinggi. Tanpa niat, tanpa semangat, tanpa tujuan, tanpa kepastian, hanya ada HOPE!

HOPE!
Sebuah hope melahirkan tekad, keikhlasan, kreativitas, totalitas, dan keberanian. Semuanya bisa diperoleh dengan gratis. Dan hanya ini yang saya punya.

Dan semua ini berhasil!
Tidak salah lagi, hope menjadi satu-satunya kunci yang mengantarkan saya masuk ITB! Tidak hanya itu, hope memberikan kunci duplikat kemenangan untuk tembus SPMB, sekaligus masuk UI!

SADIS!
Hope menjadi pembunuh terkejam hakim tes IQ! Hope juga lah yang membungkam mulut kaum pesimisme dan orang yang meremehkan. Dialah tersangka utamanya!

Lulus Teknik Elektro UMB UI

Lulus SPMB

Lulus USM ITB

Begitu luar biasanya kekuatan hope, membuat saya ingin membangkitkannya lagi. Sudah lama sekali kekuatan hope ini tertidur. Tidak tanggung-tanggung lamanya hope ini tidur, 4 tahun!

Dengan latar belakang yang hampir sama, akhirnya saya bangun hope ini kembali. Agar perjuangan ini menjadi bergairah, dengan tugas yang sama saat 4 tahun yang lalu, menjadi sang pembunuh! Saya percaya ini akan berhasil. Karena sebuah hope, akan melahirkan kembali sebuah tekad, keikhlasan, kreativitas, totalitas, dan keberanian.

Bismillahirrohmanirrohim…
Ijinkan saya perkenalkan kekuatan yang dahsyat ini,
GRADUATION HOPE!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: